Kota Medan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara memiliki masyarakat multietnis, termasuk Batak, Melayu, Tionghoa, Minangkabau, dan Jawa. Keberagaman ini berdampak pada pergeseran penggunaan bahasa daerah, khususnya bahasa Batak Toba, terutama di kalangan anak-anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pergeseran bahasa Batak Toba, faktor penyebabnya, serta upaya pelestariannya di kalangan anak-anak Kota Medan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, simak, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam penggunaan bahasa Batak Toba, yang tercermin dalam percakapan sehari-hari anak-anak. Faktor penyebab utama meliputi peralihan bahasa, sikap terhadap bahasa, pengaruh pendidikan, interaksi dengan teman sebaya, pemilihan bahasa dalam keluarga, dan mobilitas penduduk. Upaya pelestarian mencakup penanaman rasa bangga terhadap bahasa Batak Toba, integrasi dalam pendidikan, dan penggunaan aktif dalam lingkungan keluarga. Penelitian ini menekankan pentingnya pelestarian bahasa Batak Toba sebagai bagian dari warisan budaya yang berisiko mengalami kepunahan jika tidak dilestarikan secara konsisten. Temuan ini diharapkan menjadi kontribusi dalam strategi pelestarian bahasa daerah di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa mayoritas.
Copyrights © 2025