Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGENDALIAN ROBOT PENGINTAI DARI JARAK JAUH Risdo Saragih; Yohannes Dewanto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 7 (2018): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v7i0.307

Abstract

Ponsel yang sekarang dimiliki, selain dapat digunakan sebagai alat komunikasi juga dapat digunakan sebagai pengendali alat-alat elektronika dari jarak jauh. Pada laporan tugas akhir ini digunakan handphone sebagai pengendali robot pengintai, dengan memanfaatkan komunikasi DTMF (Dual Tone Multy Frequency). Saat terjadi penekanan pada salah satu tombol yang ada pada handphone, maka akan dihasilkan tone yang nantinya akan terdengar pada ponsel penerima. Tone ini kemudian diterjemahkan oleh IC DTMF decoder (IC MT8870) sehingga menjadi data biner. Data biner ini kemudian diolah unit pengendali dan dianggap sebagai suatu perintah untuk menggerakkan dan menjalankan robot pengintai yang terdapat pada stasiun pengendali. Jadi dengan menekan tombol-tombol tertentu yang terdapat pada handphone, maka dapat menggerakkan dan menjalankan robot pengintai tersebut dari jarak jauh. Dari hasil uji coba  diperoleh robot pengintai ini memiliki kecepatan robot maksimum pada kerataan atau dilantai keramik adalah 25 cm/s, sedangkan kecepatan robot maksimum pada tempat yang bergelombang seperti di aspal adalah 21cm/s. Untuk pergerakan roda pada saat  belok kiri dan belok kanan pada posisi 90º. Sedangkan jarak tangkap kamera maksimum sejauh 20 m dan pada saat penekanan tombol handphone yang mengendalikan kamera adalah tombol 1 (satu) yang berfungsi untuk memutar kamera kekiri pada sudut 45º dan untuk tombol 3 (tiga) yang berfungsi untuk memutar kamera kekanan pada sudut 45º, sedangkan untuk tombol 2 (dua) yang berfungsi untuk mengembalikan posisi kamera pada semula. Komponen yang menggerakan kamera ini adalah motor servo.
Pergeseran Bahasa pada Anak-Anak dari Keluarga Suku Batak Toba di Kota Medan Jonathan Halomoan Marpaung; Rey Dewinata Simanjuntak; Asriaty R Purba; Risdo Saragih
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i1.3208

Abstract

Kota Medan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara memiliki masyarakat multietnis, termasuk Batak, Melayu, Tionghoa, Minangkabau, dan Jawa. Keberagaman ini berdampak pada pergeseran penggunaan bahasa daerah, khususnya bahasa Batak Toba, terutama di kalangan anak-anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pergeseran bahasa Batak Toba, faktor penyebabnya, serta upaya pelestariannya di kalangan anak-anak Kota Medan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, simak, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam penggunaan bahasa Batak Toba, yang tercermin dalam percakapan sehari-hari anak-anak. Faktor penyebab utama meliputi peralihan bahasa, sikap terhadap bahasa, pengaruh pendidikan, interaksi dengan teman sebaya, pemilihan bahasa dalam keluarga, dan mobilitas penduduk. Upaya pelestarian mencakup penanaman rasa bangga terhadap bahasa Batak Toba, integrasi dalam pendidikan, dan penggunaan aktif dalam lingkungan keluarga. Penelitian ini menekankan pentingnya pelestarian bahasa Batak Toba sebagai bagian dari warisan budaya yang berisiko mengalami kepunahan jika tidak dilestarikan secara konsisten. Temuan ini diharapkan menjadi kontribusi dalam strategi pelestarian bahasa daerah di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa mayoritas.
Pergeseran Bahasa pada Anak-Anak dari Keluarga Suku Batak Toba di Kota Medan Jonathan Halomoan Marpaung; Rey Dewinata Simanjuntak; Asriaty R Purba; Risdo Saragih
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i1.3208

Abstract

Kota Medan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara memiliki masyarakat multietnis, termasuk Batak, Melayu, Tionghoa, Minangkabau, dan Jawa. Keberagaman ini berdampak pada pergeseran penggunaan bahasa daerah, khususnya bahasa Batak Toba, terutama di kalangan anak-anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pergeseran bahasa Batak Toba, faktor penyebabnya, serta upaya pelestariannya di kalangan anak-anak Kota Medan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, simak, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam penggunaan bahasa Batak Toba, yang tercermin dalam percakapan sehari-hari anak-anak. Faktor penyebab utama meliputi peralihan bahasa, sikap terhadap bahasa, pengaruh pendidikan, interaksi dengan teman sebaya, pemilihan bahasa dalam keluarga, dan mobilitas penduduk. Upaya pelestarian mencakup penanaman rasa bangga terhadap bahasa Batak Toba, integrasi dalam pendidikan, dan penggunaan aktif dalam lingkungan keluarga. Penelitian ini menekankan pentingnya pelestarian bahasa Batak Toba sebagai bagian dari warisan budaya yang berisiko mengalami kepunahan jika tidak dilestarikan secara konsisten. Temuan ini diharapkan menjadi kontribusi dalam strategi pelestarian bahasa daerah di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa mayoritas.