Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas strategi guru sebagai fasilitator dalam meningkatkan literasi dan kemandirian belajar siswa sekolah dasar di era digital. Latar belakang studi ini berakar pada urgensi transformasi peran guru dalam menghadapi tantangan abad ke-21, khususnya dalam ekosistem pembelajaran yang dipengaruhi kemajuan teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi, serta angket yang dilaksanakan pada satu kelas eksperimen di Sekolah Dasar Medan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi fasilitatif secara signifikan meningkatkan kemampuan literasi siswa, dibuktikan oleh kenaikan skor rata-rata dari 59,9 (pretest) menjadi 76,5 (posttest). Selain itu, strategi ini mendorong terbentuknya kemandirian belajar melalui peningkatan motivasi intrinsik, partisipasi aktif, dan kemampuan reflektif siswa. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan berbasis pengalaman, sesuai dengan karakteristik generasi digital. Temuan ini menegaskan pentingnya reposisi peran guru sebagai fasilitator yang adaptif dan inovatif dalam membangun ekosistem belajar yang mendorong siswa menjadi individu literat, mandiri, dan kritis. Studi ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan model pembelajaran dasar yang relevan di era digital.
Copyrights © 2025