Visualisasi data spasial penting untuk menganalisis berbagai jenis data. Penelitian ini menggunakan geocoding untuk mengubah data non-spasial menjadi spasial menggunakan alamat lokasi. Penelitian ini berfokus pada sebaran Sekolah Dasar (SD) di Ternate, dengan tujuan untuk mengevaluasi akurasi, memvisualisasikan, dan menganalisisnya dengan data pendukung lainnya. Metode penelitian diawali dengan pembuatan script geocode di website Google Script untuk mendapatkan lokasi spasial sebaran SD. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik overlay pada ArcGIS 10.1 untuk menilai kesesuaian pemanfaatan ruang dan risiko bencana pada tiap titik SD. Hasil analisis menunjukkan bahwa geocoding menghasilkan pergeseran yang signifikan dari hasil analisis citra pada Google Mymaps, karena data alamat di website Kemendikbud tidak lengkap. Meskipun demikian, hasil analisis kesesuaian pemanfaatan ruang menunjukkan bahwa mayoritas sebaran SD di Ternate berada dalam kawasan budidaya, tetapi ada beberapa yang berada di kawasan rawan bencana gunungapi dan tsunami. Kesimpulannya, kelengkapan alamat, pengejaan, dan fungsi script geocoding memiliki pengaruh signifikan terhadap hasilnya. Kata Kunci: API; geocoding; pemanfaatan ruang; pola sebaran; risiko bencana
Copyrights © 2025