Teh hitam bulky (HS 090240) merupakan salah satu komoditas ekspor dengan kontribusi penting bagi subsektor perkebunan. Salah satu pasar potensial untuk diversifikasi yaitu Asia Pasifik. Akan tetapi, dalam lima tahun terakhir terjadi penurunan ekspor teh Indonesia sehingga posisi Indonesia di pasar teh Asia Pasifik terancam. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur pasar, daya saing komparatif, dan daya saing kompetitif teh hitam bulky Indonesia di pasar Asia Pasifik. Data yang digunakan merupakan data sekunder time series periode 1989-2023 yang bersumber dari UN Comtrade. Analisis dilakukan dengan metode Herfindahl-Hirschman Index (HHI), Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamic (EPD), dan Export Competitiveness Index (ECI). Hasil analisis menunjukkan bahwa pasar teh hitam bulky di Asia Pasifik memiliki konsentrasi yang tinggi (HHI 2.232) cenderung ke struktur pasar oligopoli. Nilai RCA > 1 menunjukkan daya saing komparatif tinggi. Daya saing kompetitif Indonesia lemah (ECI < 1). Meskipun berada dalam posisi rising star dalam EPD, peningkatan ekspor masih rendah sehingga diperlukan strategi pengembangan pasar agar Indonesia mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar Asia Pasifik.
Copyrights © 2025