Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, yang merupakan salah satu sentra produksi gula kelapa. Permasalahan utama yang dihadapi oleh Kelompok Tani Gendis Asri adalah tingginya tingkat penolakan produk gula kelapa oleh eksportir akibat inkonsistensi tekstur dan tidak terpenuhinya standar keamanan pangan. Untuk menjawab tantangan tersebut, dilakukan intervensi teknologi tepat guna melalui substitusi wajan baja konvensional dengan wajan stainless steel dan penggunaan ayakan mesh untuk proses sortir. Kegiatan pendampingan dan pelatihan diberikan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam penerapan teknologi dan prinsip keamanan pangan, termasuk HACCP. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan, yaitu efisiensi waktu produksi rata-rata meningkat sebesar 38% dan jumlah produk gula kelapa bertekstur konsisten meningkat sekitar 19,5%. Inovasi ini juga mampu meminimalkan potensi kontaminasi dan meningkatkan standar keamanan pangan, sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas produk, daya saing di pasar ekspor, serta kesejahteraan petani setempat.
Copyrights © 2025