Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dikenal sebagai “silent killer” dan menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Tingginya prevalensi hipertensi di Kelurahan Kertamaya serta kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai terapi komplementer mendorong perlunya intervensi berbasis komunitas. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan intervensi keperawatan komplementer sebagai terapi pendamping dalam pengelolaan hipertensi. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2024 di RW 02, 04, 05, 06, 07, dan 09 Kelurahan Kertamaya. Intervensi yang diberikan meliputi penyuluhan kesehatan, senam hipertensi, terapi herbal (rebusan daun sirsak, bunga rosella, dan daun salam), terapi bekam, dan terapi akupresur. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan demonstrasi. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan. Hasil: Dari 123 peserta yang diundang, sebanyak 81 orang hadir. Setelah intervensi, jumlah peserta dengan hipertensi derajat 1 meningkat dari 18 menjadi 22 orang, sementara hipertensi derajat 2 menurun dari 24 menjadi 20 orang. Peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan serta respon positif terhadap terapi komplementer. Kesimpulan: Terapi komplementer dapat menjadi intervensi pendamping yang efektif dalam pengelolaan hipertensi. Diperlukan kesinambungan program untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.
Copyrights © 2024