Latar Belakang: Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan salah satu infeksi nosokomial yang paling sering terjadi pada pasien dengan ventilator mekanik lebih dari 48 jam. Tindakan suction yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko VAP. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi suction dengan kejadian VAP pada pasien di ruang ICU RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional correlational dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 25 pasien yang menggunakan ventilator, dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS) dan catatan frekuensi suction. Analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil: Sebanyak 68% pasien mengalami VAP (nilai CPIS ≥ 4). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara frekuensi suction dan kejadian VAP (p = 0,023). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi suction dengan kejadian VAP. Suction yang dilakukan terlalu sering dapat meningkatkan risiko infeksi saluran napas. Oleh karena itu, tindakan suction harus dilakukan sesuai indikasi dan prosedur standar untuk mencegah terjadinya VAP.
Copyrights © 2025