Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan strategi dalam proses identifikasi korban kebakaran massal, dengan studi kasus kebakaran yang terjadi di Glodok Plaza pada tahun 2025. Kebakaran tersebut menimbulkan berbagai hambatan dalam proses identifikasi korban yang melibatkan faktor teknis, forensik, dan koordinasi antar lembaga terkait. Masalah teknis yang ditemukan antara lain kesulitan dalam mengakses lokasi yang terdampak dan keterbatasan sistem registrasi yang ada. Dalam aspek forensik, proses identifikasi korban terbentur oleh kondisi fisik tubuh korban yang terpengaruh api dan terbatasnya kapasitas laboratorium forensik. Selain itu, ketidaksesuaian data antar lembaga terkait memperlambat proses identifikasi. Penelitian ini juga mengusulkan berbagai strategi untuk meningkatkan efektivitas identifikasi korban, seperti pengembangan sistem registrasi digital, penggunaan teknologi informasi terintegrasi, penguatan kapasitas forensik, serta peningkatan koordinasi antar lembaga terkait. Diharapkan, rekomendasi ini dapat membantu memperbaiki sistem identifikasi korban kebakaran massal di Indonesia, serta memastikan hak-hak korban dapat segera dipenuhi.
Copyrights © 2025