Tingginya permintaan beras dikalangan konsumen sering kali tidak seimbang dengan produksi padi yang dihasilkan ditingkat petani yang ada di Indonesia. Rendahnya tingkat adopsi teknologi oleh petani padi sawah menjadi salah satu faktor rendahnya hasil produksi padi dalam negeri. Tinggi rendahnya tingkat adospi teknologi oleh petani padi sawah tidak terlepas dari peran penting tenaga penyuluh pertanian dalam memperkenalkan teknologi kepada petani. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran penyuluh terhadap keputusan petani padi sawah dalam mengadopsi teknologi combine harsverter di Kecamatan Labuhan Deli. Untuk menyelesaikan permasalahan penelitian ini menggunakan metode survey, dimana 145 responden memberikan penilaian terhadap lima peran penyuluh yang terdiri dari sepuluh indikator. Dalam hasil penelitian didapatkan bahwa peran penyuluh sebagai motivator mendapatkan nilai persentase sebesar 78% dengan kategori penilaian sangat baik dalam mempengaruhi keputusan petani padi untuk adopsi teknologi combine harvester. Peran penyuluh sebagai edukator mendapatkan nilai sebesar 68% dengan kategori penilaian baik dalam mempengaruhi keputusan petani padi untuk adopsi teknologi combine harvester. Peran penyuluh sebagai komunikator mendapatkan nilai sebesar 66% dengan kategori penilaian sangat baik dalam mempengaruhi keputusan petani padi untuk adopsi teknologi combine harvester. Peran penyuluh sebagai fasilitator mendapatkan nilai 52% dengan kategori penilaian sangat baik dalam mempengaruhi keputusan petani padi untuk adopsi teknologi combine harvester dan peran penyuluh sebagai organisator mendapatkan nilai sebesar 57% dengan kategori penilaian baik dalam mempengaruhi keputusan petani padi untuk adopsi teknologi combine harvester di Kecamatan Labuhan Deli.
Copyrights © 2025