Artikel ini menganalisis dinamika negosiasi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) terkait program nuklir Iran dengan menggunakan kerangka teori Two-Level Games. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Iran, di tengah tekanan global dan kompleksitas kepentingan domestik, bermanuver dalam diplomasi nuklirnya untuk menyeimbangkan tuntutan eksternal dan internal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif eksplanatif, dengan pengumpulan data melalui telaah literatur akademik, laporan lembaga internasional, serta arsip institusional. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses negosiasi Iran dipengaruhi oleh interaksi antara faksi-faksi politik domestik dan aktor-aktor internasional seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan International Atomic Energy Agency (IAEA). JCPOA tercipta sebagai hasil dari irisan “win-sets” di tingkat domestik dan internasional. Penelitian ini juga menyoroti peran penting jaringan transnasional global dan pengaruh preferensi domestik dalam membentuk kesepakatan internasional. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan diplomasi internasional dalam kasus Iran sangat bergantung pada penyelarasan antara konsensus politik internal dan tekanan strategis eksternal.
Copyrights © 2025