Education in Islamic boarding schools currently faces challenges in improving reading skills, especially at the elementary level. Ngalah Islamic Boarding School is a modern Islamic boarding school that still uses traditional learning methods. One such method is the sorogan method, which utilizes the Fathul Qorib book. The sorogan method involves students individually approaching a Kyai (Islamic teacher), who will read several lines of an Arabic text and translate them into a specific language. The students then repeat and translate, or "murodi" (translation). This research still employs a qualitative approach. The methods employed in this study include observation, interviews, and documentation. The researcher's findings include: a) the implementation of the sorogan method in teaching the yellow book; b) innovations in the sorogan method in improving understanding of the book; and c) supporting and inhibiting factors within Dormitory I in the sorogan program. The results indicate that the implementation of the sorogan method involves meeting one-on-one with female teachers at each level. This innovation in the sorogan method has made students more enthusiastic about completing or completing the book according to their respective levels. Supporting factors for the sorogan method include the competence of the Ustadzah and teachers, the availability of adequate books and facilities, a conducive environment, and the presence of Takziran and punishments. However, there are also obstacles to the sorogan method, such as time constraints, where the sorogan program is carried out after the Madin teaching and learning activities (KBM Madin), and a lack of awareness and motivation among students. Abstrak Pendidikan di pesantren saat ini sedang menghadapi tantangan dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab terutama pada tingkat dasar. Pondok Pesantren Ngalah adalah salah satu pondok pesantren modern yang sampai saat ini masih menggunakan metode pembelajaran tradisional. Salah satu metode tradisional yang digunakan adalah metode sorogan dengan menggunakan Kitab Fathul Qorib. Metode sorogan adalah metode yang dilaksanakan dengan cara Santri satu persatu mendatangi Kyai yang akan membacakan beberapa baris kitab Bahasa arab dan mengartikannya kedalam bahasa tertentu, kemudian Santri mengulangi dan menerjemahkan atau dalam istilah murodi. Yang masih saja penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah metode observasi, metode wawancara, metode dokumentasi. Temuan peneliti a) implementasi metode sorogan dalam pembelajaran kitab kuning. b) inovasi metode sorogan dalam meningkatkan pemahaman kitab. serta, c) faktor pendukung dan penghambat di dalam Asrama I dalam program sorogan Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode sorogan dilakukan dengan cara menghadap satu persatu kepada Ustadzah sesuai dengan jenjang masing-masing. Dan inovasi dalam metode sorogan ini Santri lebih memiliki semangat dalam menyelasaikan kitab atau mengkhatamkan kitab sesuai jenjang masing-masing. Dan faktor pendukung dari metode sorogan Kompetensi Ustadzah dan guru serta Ketersedian kitab dan sarana yang memadai, juga Lingkungan yang kondusif dan adanya Takziran dan hukuman. Namun juga terdapat hambatan dalam metode sorogan seperti keterbatasan waktu yang mana program sorogan ini dilakukan setelah KBM madin. Dan kurangnya kesadaran dan motivasi untuk Santri
Copyrights © 2025