Dalam konteks ini, penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) menjadi strategi utama PT KAI untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Aplikasi KAI Access, sebagai wujud implementasi SIM, memungkinkan pelanggan untuk memesan tiket secara daring, memantau jadwal keberangkatan, dan memperoleh informasi layanan lainnya secara real-time. Namun, meskipun aplikasi ini membantu meningkatkan kemudahan akses, survei menunjukkan bahwa tidak semua pelanggan merasa puas. Beberapa di antaranya menghadapi tantangan dalam hal konektivitas internet, kurangnya pemahaman teknologi, serta ketidaksesuaian antara informasi di aplikasi dan situasi di lapangan. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara teknologi yang disediakan dan ekspektasi pelanggan terhadap kualitas layanan secara keseluruhan. Namun, beberapa tantangan seperti kesenjangan digital dan kebutuhan peningkatan empati dalam pelayanan fisik tetap menjadi perhatian. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur digital, pengembangan fitur aplikasi, dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas layanan di semua aspek.
Copyrights © 2025