Masyarakat desa Tuapukan yang berada di wilayah Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tengara Timur mayoritasnya adalah pengusaha penjualan minuman tradisional yang disebut moke. Moke merupakan hasil penyulingan lontar dan dikenal sebagai salah satu symbol utama dalam kegiatan sosial, berupa adat istiadat, pesta dan syukuran lainnya. Akan tetapi, metode pemasaan yang dipraktekkan masih sangat tradisional walaupun permintaan pasar sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bentuk usaha moke yang dimulai dari proses pembuatan hingga pemasarannya dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang kemudian diassesmen dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada standarisasi peralatan penyulingan moke dan belum adanya pemanfaatan teknologi dan media sosial, sehingga moke yang dihasilkan masih berkualitas rendah dan belum mampu menggapai cakupan konsumen yang lebih besar lagi dalam mendukung peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat yang menjalankan usaha penyulingan moke tersebut.
Copyrights © 2025