Indonesia memiliki potensi besar sebagai eksportir ayam beku di kawasan Asia Tenggara, didukung oleh peningkatan produksi domestik yang mencapai lebih dari 3,8 juta ton pada tahun 2024. Pasar Jepang, dengan nilai impor ayam beku mencapai $1,4 miliar dan pertumbuhan tahunan sebesar 6,4%, memberikan peluang signifikan bagi Indonesia sebagai alternatif pasokan selain Brasil dan Thailand. Keunggulan geografis, diversifikasi produk, serta sertifikasi halal menjadi nilai tambah yang dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar Jepang. Meskipun dihadapkan pada tantangan standar kesehatan dan infrastruktur logistik, peluang ekonomi ini dapat dimaksimalkan melalui peningkatan standar produksi, kerja sama bilateral, dan penguatan rantai dingin. Dengan strategi yang tepat, ekspor ayam beku Indonesia ke Jepang tidak hanya akan mendorong pertumbuhan sektor peternakan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global produk pangan hewani.
Copyrights © 2025