Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Peluang Investasi Dan Tantangan Perdagangan Elektronik Antara Indonesia Dan Korea Selatan Sheny Sonia Andriani; Daspar
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 6 (2025): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i6.447

Abstract

Kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam bidang elektronik mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Korea Selatan dikenal sebagai negara dengan industri elektronik yang sangat maju, sehingga menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam mendorong pertumbuhan sektor ini. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang investasi dan hambatan perdagangan elektronik antara kedua negara. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan menganalisis data sekunder dari berbagai publikasi resmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menarik investasi asing, terutama dalam sektor produksi dan perakitan elektronik. Selain itu, terdapat peluang kerja sama dalam alih teknologi dan pengembangan industri lokal. Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan seperti perbedaan standar teknologi, kendala regulasi, serta keterbatasan infrastruktur industri di Indonesia. Untuk mengatasi hambatan tersebut, diperlukan sinergi kebijakan serta peningkatan kolaborasi bilateral dalam lingkup APEC guna menciptakan pertumbuhan sektor elektronik yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Analisis Peluang Dan Tantangan Perdagangan Perikanan Antara Indonesia Dan Jepang Lula Halizapuri Ramadani; Daspar
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 6 (2025): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i6.1643

Abstract

Artikel ini mengkaji dinamika perdagangan produk perikanan antara Indonesia dan Jepang selama lima tahun terakhir, dengan fokus pada peluang, tantangan, dan kebijakan yang mempengaruhi ekspor perikanan Indonesia. Jepang merupakan pasar utama bagi komoditas perikanan Indonesia seperti udang, tuna, dan produk olahan lainnya, didorong oleh permintaan yang tinggi dan adanya perjanjian ekonomi seperti IJEPA yang mempermudah akses pasar. Analisis Revealed Comparative Advantage (RCA) menunjukkan Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang kuat, khususnya pada produk udang beku. Namun, ekspor perikanan Indonesia ke Jepang menghadapi tantangan seperti standar kualitas yang ketat, hambatan non-tarif, dan persaingan dengan negara eksportir lainnya. Kebijakan nasional dan bilateral, termasuk revisi IJEPA tahun 2024 yang menghapus bea masuk untuk beberapa produk, diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan volume ekspor. Data ekspor menunjukkan tren fluktuatif, dengan penurunan pada tahun 2023 dan semester pertama 2024. Artikel ini merekomendasikan penguatan regulasi, peningkatan kualitas produk, dan diversifikasi pasar untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar Jepang.
Tekstil Indonesia vs Tiongkok: Peluang Ekspor dan Ancaman Produk Impor Murah Eriza Selviani; Daspar
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/52zrqq63

Abstract

The textile industry is one of the important sectors in the Indonesian economy, it plays a significant role in job creation and the country's export contribution. However, the dynamics of global trade, especially trade relations with China, present several challenges. The purpose of this article is to critically analyze the prospects of Indonesian textile exports to the international market and the risks posed by the spread of cheap textile products from China to the domestic market. A qualitative approach using secondary data from trade reports and industrial policies is used to find that the Indonesian textile industry still faces significant problems in terms of price, quality, and production efficiency. Although there are great opportunities to expand exports, especially to non-traditional countries. In addition, one of the problems that must be fixed immediately is our dependence on imported raw materials from China. Consequently, to increase the competitiveness of the national textile industry, a comprehensive plan is needed that includes the development of new technologies, market diversification, and protection of domestic industries.
Analisis SWOT pada PT Tsuchiya Manufacturing Indonesia dalam Rangka Optimalisasi Kinerja Perusahaan Safira Maulan; Daspar
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/t023vc61

Abstract

Penelitian ini menggunakan kerangka analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats), Analisis SWOT diterapkan guna menganalisis faktor faktor internal dan eskternal yang mempengaruhi PT TSUCHIYA MANUFACTURING INDONESIA. PT TSUCHIYA MANUFACTURING INDONESIA termasuk Perusahaan yang beroperasi di bidang printing dan injection. Tujuan analisis ini guna mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal perusahaan beserta peluang sekaligus ancaman dari lingkungan eksternal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian meliputi observasi, wawancara, beserta studi pustaka. Hasil analisis memperlihatkan bahwa PT TSUCHIYA MANUFACTURING INDONESIA memiliki kekuatan dalam hal printing label otomotif yang memiliki bahan baku yang berkualitas, serta loyalitas pelanggan yang tinggi. Namun, kelemahan yang ditemukan meliputi keterbatasan modal, kapasitas produksi yang masih rendah, dan kurangnya promosi digital. Di sisi lain. Adapun ancaman yang harus diantisipasi adalah persaingan yang ketat dengan produk sejenis, perubahan selera konsumen ke digitalisasi, dan fluktuasi harga bahan baku. Dari hasil analisis SWOT ini, direkomendasikan beberapa strategi untuk meningkatkan daya saing perusahaan. antara lain memperkuat promosi digital, meningkatkan efisiensi operasional, dan diversifikasi produk. Implementasi strategi ini diharapkan dapat membantu PT TSUCHIYA MANUFACTURING INDONESIA dalam memaksimalkan kekuatan, mengurangi kelemahan, memanfaatkan peluang, beserta menangani ancaman dengan lebih efektif.  
Analisis Peluang dan Ancaman Perdagangan Internasional Indonesia: Studi Kasus Komoditas Perkebunan Indonesia dan Malaysia Karsih; Daspar
Indonesia Economic Journal Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7715bw58

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemungkinan dan risiko yang dihadapi oleh sektor perdagangan luar negeri Indonesia, terutama dalam komoditas perkebunan, dengan penekanan pada perbandingan dengan Malaysia dalam konteks APEC. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yang mencakup pengumpulan data sekunder dari berbagai sumber, termasuk jurnal, laporan resmi dari pemerintah, dan publikasi internasional. Temuan analisis menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan signifikan dalam pengembangan komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit, kopi, dan karet, berkat luasnya lahan serta kondisi iklim yang mendukung. Namun, terdapat beberapa tantangan seperti persaingan dengan Malaysia, masalah keberlanjutan lingkungan, dan fluktuasi dalam kebijakan perdagangan internasional yang menjadi ancaman bagi daya saing Indonesia di pasar global. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi para pembuat kebijakan dan pelaku industri untuk merumuskan strategi yang efektif dalam meningkatkan daya saing perdagangan komoditas perkebunan Indonesia di pasar internasional.
Analisis Peluang dan Ancaman Perdagangan Internasional Produk Tekstil: Studi Kasus Perdagangan Indonesia dan Thailand Meilia Maharani; Daspar
Indonesia Economic Journal Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/hqk0jb21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peluang dan ancaman dalam perdagangan internasional produk tekstil antara Indonesia dan Thailand. Kedua negara merupakan produsen utama di kawasan APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) dengan karakteristik industri yang berbeda namun saling melengkapi. Indonesia unggul dalam produksi pakaian jadi berbasis budaya dan tenaga kerja intensif, sementara Thailand menonjol dalam pengembangan tekstil teknis dan bernilai tambah tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengacu pada data sekunder dari laporan perdagangan, kebijakan pemerintah, dan publikasi lembaga internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat peluang besar untuk membentuk rantai pasok regional yang efisien serta menjalin kolaborasi inovatif di bidang teknologi dan keberlanjutan. Namun demikian, terdapat pula sejumlah tantangan seperti kesenjangan teknologi, ketergantungan pasar, serta hambatan non-tarif yang harus diantisipasi. Oleh karena itu, strategi kebijakan yang tepat dan kerja sama regional yang terarah menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing sektor tekstil Indonesia di pasar global.
Analisis Peluang dan Ancaman Analisis Meningkatkan Komoditas Ekspor Sektor Pertanian Indonesia ke Vietnam Devi Fitriyani; Daspar
Indonesia Economic Journal Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/z9ep7v53

Abstract

  Perdagangan internasional antara Indonesia dan Vietnam menunjukkan dinamika yang kian meningkat, terutama dalam sektor pertanian yang menjadi andalan ekspor Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan ancaman yang dihadapi Indonesia dalam upaya meningkatkan ekspor komoditas pertanian ke pasar Vietnam. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan studi literatur dari berbagai sumber relevan, ditemukan delapan peluang utama yang dapat dimanfaatkan, antara lain: peningkatan ekspor rempah-rempah, teh, dan kopi; kerja sama investasi di bidang pertanian dan makanan; pengembangan produk halal; pemanfaatan e-commerce; adopsi teknologi pertanian; pemasaran produk organik; serta kerja sama infrastruktur. Namun, peluang tersebut juga diiringi dengan berbagai tantangan seperti persaingan pasar, perbedaan standar mutu, hambatan logistik, serta dinamika regulasi perdagangan bilateral. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk meningkatkan daya saing, Indonesia perlu memperkuat kualitas produk, inovasi teknologi, strategi pemasaran, dan kerja sama antar pemangku kepentingan. Pemerintah juga perlu memainkan peran penting dalam memperkuat diplomasi ekonomi serta memfasilitasi perjanjian dagang yang menguntungkan kedua negara. Dengan pengelolaan strategis terhadap peluang dan ancaman tersebut, Indonesia dapat memperluas pangsa pasarnya di Vietnam secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengambil kebijakan dan pelaku usaha dalam merancang strategi ekspor sektor pertanian yang adaptif dan kompetitif di era perdagangan bebas ASEAN.
HUBUNGAN PERDAGANGAN INDONESIA-MALAYSIA KOMODITAS PERTANIAN PADA PRODUK TEH Prasetio, Panji; Diantini , Nur; Ningsih , Sri Mei; Adirama , Dyo Saginata; Sari , Helvi Viola; Daspar
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 2 No. 6 (2024): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah produsen teh terbesar kelima di dunia, dan menjual teh ke banyak negara lain. Salah satu tujuan utama ekspor teh terbesar Indonesia adalah Malaysia. Salah satu sumber pendapatan utama bagi bangsa adalah ekspor teh. Indonesia menghadapi kesulitan dalam hubungan ekspornya dengan Malaysia karena perubahan permintaan dan harga produk. Indonesia menggunakan situs web Trademap.org untuk melakukan penelitian dalam upaya memperkuat kemitraan kerja sama. ITC membuat situs web Trademap untuk membantu eksportir mengakses beragam informasi negara tujuan ekspor dengan lebih mudah. Masih ada peluang untuk meningkatkan integrasi perdagangan intra-industri (IIT) meskipun biaya meningkat dan integrasi terbatas, terutama dalam ekspor teh hitam fermentasi.
Analisis Peluang dan Tantangan Perdagangan Internasional Cengkeh Indonesia dengan Tiongkok dalam Kerangka APEC Bela Sapira; Daspar
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mrtq7963

Abstract

Cengkeh sebagai salah satu komoditas strategis Indonesia memiliki permintaan tinggi di pasar Tiongkok, terutama untuk kebutuhan industri makanan, kesehatan, dan minuman herbal. Melalui kerja sama APEC, Indonesia memperoleh peluang untuk memperluas jangkauan pasar dan mengurangi hambatan perdagangan. Meskipun demikian, tantangan seperti ketatnya standar mutu di pasar Tiongkok, fluktuasi harga komoditas global, serta keterbatasan pengolahan produk turunan masih menjadi hambatan utama. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengandalkan data sekunder dari sumber resmi perdagangan internasional dan dokumen kebijakan APEC. Dibutuhkan strategi nasional yang adaptif dan sinergi antarlembaga untuk memaksimalkan manfaat kerja sama APEC guna meningkatkan daya saing ekspor cengkeh Indonesia di Tiongkok.