Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk kepribadian serta perkembangan mental anak. Idealnya, keluarga menjadi tempat yang aman dan mendukung bagi tumbuh kembang anak. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak justru sering terjadi dalam lingkungan keluarga, di mana pelaku adalah orang-orang terdekat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak, dampaknya, serta karakteristik kekerasan dalam keluarga. Data diperoleh dari buku, jurnal, dan laporan resmi lembaga seperti KPAI dan Polres Kerinci. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak meliputi kekerasan fisik, psikis, sosial, dan seksual, yang memiliki dampak jangka pendek maupun panjang terhadap kehidupan anak, termasuk trauma, gangguan emosional, hingga kecenderungan melakukan kekerasan di masa dewasa. Faktor pemicu kekerasan dalam keluarga antara lain penyalahgunaan kekuasaan, ketimpangan status, rendahnya pendidikan pengasuhan, serta lemahnya sistem perlindungan anak. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak sebagai langkah menuju generasi emas Indonesia 2045.
Copyrights © 2025