Sediaan cair oral banyak digunakan dalam praktik farmasi karena kemudahan pemberian dan penerimaannya, terutama pada populasi pediatrik dan geriatri. Namun, kestabilan fisik, kimia, dan mikrobiologis sediaan ini sangat rentan terganggu oleh kondisi penyimpanan dan formulasi yang tidak optimal. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara sistematis uji stabilitas sediaan cair oral berdasarkan studi literatur terkini dalam rentang 2018–2024. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka terhadap jurnal ilmiah, pedoman ICH, serta laporan WHO dan BPOM. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan eksipien yang tepat, pemilihan kemasan pelindung seperti botol kaca amber, serta penerapan metode uji stabilitas jangka panjang dan dipercepat sangat menentukan mutu dan umur simpan sediaan. Selain itu, pemantauan parameter seperti viskositas, pH, potensi zat aktif, dan kontaminasi mikrobiologis merupakan langkah penting untuk menjamin kualitas produk. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan Quality by Design (QbD) dan validasi metode analitik sebagai dasar pengembangan formulasi yang aman dan stabil. Kesimpulannya, strategi stabilisasi berbasis bukti sangat krusial dalam memastikan efektivitas dan keamanan sediaan cair oral di berbagai kondisi penyimpanan.
Copyrights © 2025