Latar Belakang: Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Faktor maternal, khususnya status gizi ibu saat kehamilan, diduga memiliki peran signifikan terhadap risiko terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi ibu hamil dan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 219 ibu dan anak balita yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengukuran antropometri. Status gizi ibu hamil ditelusuri melalui riwayat berat badan dan tinggi badan saat hamil, sedangkan status stunting anak ditentukan berdasarkan z-score TB/U menggunakan standar WHO. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil: Prevalensi stunting dalam penelitian ini adalah 29,2%. Ibu dengan status gizi KEK memiliki risiko 3,7 kali lebih besar melahirkan anak stunting dibandingkan ibu dengan gizi normal (p < 0,001). Anemia saat hamil (OR = 2,4; p = 0,004) dan pendidikan ibu ≤ SMP (OR = 1,9; p = 0,042) juga menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian stunting. Kesimpulan: Status gizi ibu hamil merupakan prediktor utama dalam kejadian stunting. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya intervensi gizi terpadu sejak masa kehamilan sebagai strategi kunci dalam percepatan penurunan stunting, khususnya di tingkat komunitas melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis bukti.
Copyrights © 2025