Penyediaan air bersih yang berkelanjutan merupakan salah satu tujuan utama dalam pembangunan infrastruktur perkotaan. Pada kota Semarang khusunya pada Kecamatan Tembalang masih ditemukan beberapa daerah yang belum dilayani oleh air dari PDAM, Untuk salah satu opsi untuk menggantikan peran PDAM diberdayakanlah sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAMSIMAS). Penelitian ini mengkaji sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAMSIMAS) di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang khususnya pada Kelurahan Tembalang, Kelurahan Jangli dan Kelurahan Bulusan. Kelompok air tersebut dikaji dengan menggunakan metode Multi Dimensional Scaling dibantu dengan Software Rapfish untuk mengevaluasi keberlanjutan dari berbagai aspek, yaitu ekologi, teknologi, sosial, kelembagaan, dan ekonomi. Aspek aspek tersebut dikutip berdasarkan Kepmendagri No. 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja PDAM dan Kementerian PU BPPSPAM tahun 2010 tentang Penilaian Kinerja PDAM. Analisis SWOT juga dilakukan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberlanjutan Kelompok Air Tirta Tembalang mempunyai keunggulan dalam 3 aspek dimensi yakni dimensi ekologi, sosial dan kelembagaan serta mempunyai kekurangan pada dimensi teknologi dan ekonomi sehingga Kelompok Air Tirta Tembalang mendapatkan skor rata rata sebesar 72,81 dengan kategori cukup berkelanjutan. Kelompok Air Tirta Bulusan mempunyai keunggulan dalam 2 aspek dimensi yakni dimensi teknologi dan sosial dan mempunyai kekurangan pada dimensi ekonomi, ekologi dan kelembagaan. sehingga Kelompok Air Tirta Bulusan mendapatkan skor rata rata sebesar 66,47 dengan kategori cukup berkelanjutan. Kelompok Air Tirta Jangli mempunyai keunggulan dalam 3 aspek dimensi yakni dimensi ekologi, teknologi dan kelembagaan serta mempunyai kekurangan pada dimensi sosial dan ekonomi sehingga Kelompok Air Tirta Jangli mendapatkan skor rata rata sebesar 73,86 dengan kategori cukup bekelanjutan. Strategi yang dilakukan untuk menunjang keberlanjutan sistem penyediaan air bersih berbasis masyarakat yaitu: Pembuatan SOP dan AD/ART, SOP dilaksanakan dengan baik dan digunakan dalam menjalankan operasional pada masing-masing kelompok air, pengurus masing-masing Kelompok Air ikut aktif berperan sesuai tugas masing- masing pengurus, penagihan rekening air dilaksanakan secara rutin dan teratur, karena hasil tagihan tersebut digunakan untuk biaya operasional dan pemeliharaan dan
Copyrights © 2025