Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih kurang dan selama proses pembelajaran berlangsung siswa belum aktif dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning lebih baik dari sebelum menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi exsperimen dengan bentuk desain one grup pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII UPT SMP N 4 Painan tahun pelajaran 2024/2025 yang terdiri dari 1 kelas. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sampling purposive. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test. Statistik uji yang digunakan untuk pengujian hipotesis adalah Uji-t berpasangan. Berdasarkan analisis data kemampuan pemecahan masalah matematis diperoleh ????ℎi????????????g = 2,02 pada taraf nyata ???? = 0,05 dengan ???????????????????????? = 1,71. Karena ????ℎi????????????g < ???????????????????????? maka tolak ???????? artinya rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sesudah menerapkan model Problem Based Learning lebih baik dibandingkan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebelum menerapkan model Problem Based Learning.
Copyrights © 2025