Latar Belakang: Proses pertumbuhan dan perkembangan pada remaja merupakan masa dimana individu telah mencapai kematangan yang di anggap sebagai massa perkembangan yang paling sulit, karena berada dalam proses pembentukan identitas. Berbagai permasalahan yang dialami oleh remaja, sebagian besar tentang terbentuknya konsep dirinya. Prevelensi angka kejadian gangguan konsep diri pada remaja di Indonesia mencapai 10 % atau sekitar dua juta sedangkan di Sragen terdapat (86,1%). Sehingga dukungan orang tua sangat dibutuhkan remaja dalam mengadapi beberapa macam tuntutan maupun masalah dalam diri remaja tersebut. Tujuan: Menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap konsep diri remaja di SMAN 1 Sambungmacan Metode: Pendekatan kuantitatifi desain cross sectional. Dalam menentukan sampel menggunakan proportional sampling sejumlah 88 responden. Instrumennya menggunakan kuesioner dan analisisnya dengan uji chi-square. Hasil penelitian: Mayoritas dukungan keluarga tinggi yaitu 31 responden (35,3 %), sedangkan konsep diri tinggi 47 responden (53,4%). Hasil uji chi- square didapatkan p value yaitu 0,000, nilai tersebut <0,05 sehingga menunjukkan bahwa ada pengaruh dukungan keluarga terhadap konsep diri. Kesimpulan: terdapat hasil yang signifikan antara dukungan keluarga dengan konsep diri.
Copyrights © 2025