Pada tahun 2017-2019 terjadi banyak kasus kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur, salah satunya di Kabupaten Penajam Paser Utara pada tahun 2019. Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki luas hutan sebesar 146271 Ha. Analisis area bekas kebakaran hutan sangat diperlukan untuk mengetahui dampak dari kebakaran tersebut salah satunya dengan menggunakan citra penginderaan jauh. Citra penginderaan jauh yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi area terbakar ialah citra SAR Sentinel-1. SAR dapat digunakan karena SAR sangat sensitif terhadap struktur permukaan terutama vegetasi. Identifikasi area terbakar dapat dilakukan menggunakan algoritma Radar Burn Ratio (RBR) dan Radar Burn Difference (RBD). Pemisahan area terbakar dan tidak terbakar dilakukan menggunakan tiga model threshold yaitu . Dari penelitian ini, dapat diketahui model area terbakar yang memiliki akurasi paling baik dari algoritma RBR dan RBD yaitu berdasarkan threshold odel area terbakar tersebut menunjukkan nilai akurasi yaitu 83,72% dan 78,60%. Kedua hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya kesesuaian antara hasil pengolahan dengan data validasi yang digunakan. Luas area terbakar yang dihasilkan oleh kedua model area terbakar tersebut juga memiliki perbedaan, untuk model area terbakar RBR threshold menghasilkan area sebesar 10464,62 Ha dan model area terbakar RBD threshold menghasilkan area sebesar 31248,99 Ha.
Copyrights © 2025