Fenomena munculnya “Aliran Islam Sejati” di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menimbulkan keresahan sosial akibat ajaran yang dianggap menyimpang dari prinsip dasar Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana framing pemberitaan mengenai “Aliran Islam Sejati” dibentuk oleh Detik.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model analisis framing model Robert N. Entman, yang terdiri dari pendefinisian masalah, identifikasi penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap dua berita utama yang dipublikasikan pada April hingga Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com membingkai kelompok tersebut sebagai ajaran menyimpang yang mengancam akidah dan stabilitas sosial. Framing yang dibentuk menyoroti sumber ajaran berupa mimpi, ketiadaan sanad keilmuan, serta penolakan terhadap praktik ibadah syariat. Selain itu, Detik.com memperkuat posisi lembaga keagamaan resmi sebagai otoritas sah dalam mengoreksi ajaran menyimpang. Penelitian ini menunjukkan bahwa media berperan penting dalam membentuk persepsi publik terhadap isu keagamaan dan mempertegas posisi media sebagai aktor dalam konstruksi sosial keagamaan.
Copyrights © 2025