Yanti, Dewi Yulia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Propaganda Politik dalam Media Sosial: Studi Kasus Penyebaran Hoaks Pilpres 2024 di X Yanti, Dewi Yulia; Rizqiana, Septi; Fadhilah, Faiz Nur Aziz; Nisa, Pia Khoirotun
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1295

Abstract

Penelitian ini mengkaji penyebaran hoax sebagai bagian dari strategi propaganda politik yang sistematis dan terstruktur pada pemilu presiden Indonesia tahun 2024, dengan fokus pada platform Twitter/X. Dalam konteks ini, hoax bukan sekedar informasi palsu; mereka adalah alat komunikasi politik yang dirancang untuk membentuk opini publik melalui pendekatan emosional, simbolik, dan berbasis algoritma. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan paradigma post-positivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan yang berlatar belakang politik digital, serta mendokumentasikan konten yang beredar di Twitter/X. Temuannya mengungkapkan bahwa bentuk-bentuk propaganda politik mencakup kontra-narasi strategis, personal branding yang emosional, daya tarik empati yang salah, eksploitasi isu-isu sensitif, dan konstruksi realitas yang menyesatkan. Konten ini disebarluaskan secara terorganisir melalui akun besar dan buzzer serta dipersonalisasi berdasarkan preferensi audiens untuk menciptakan ilusi konsensus publik. Temuan-temuan ini menggarisbawahi dampak signifikan propaganda digital terhadap polarisasi sosial dan persepsi masyarakat, menekankan pentingnya meningkatkan literasi digital dan menumbuhkan masyarakat yang lebih cerdas mengenai konten politik online.
Analisis Framing Pemberitaan “Aliran Islam Sejati” pada Detik.com Asnurifa, Deswinta; Yanti, Dewi Yulia; Ashsiddiqie, Amanda Zahra Sofiyani
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1534

Abstract

Fenomena munculnya “Aliran Islam Sejati” di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menimbulkan keresahan sosial akibat ajaran yang dianggap menyimpang dari prinsip dasar Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana framing pemberitaan mengenai “Aliran Islam Sejati” dibentuk oleh Detik.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model analisis framing model Robert N. Entman, yang terdiri dari pendefinisian masalah, identifikasi penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap dua berita utama yang dipublikasikan pada April hingga Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com membingkai kelompok tersebut sebagai ajaran menyimpang yang mengancam akidah dan stabilitas sosial. Framing yang dibentuk menyoroti sumber ajaran berupa mimpi, ketiadaan sanad keilmuan, serta penolakan terhadap praktik ibadah syariat. Selain itu, Detik.com memperkuat posisi lembaga keagamaan resmi sebagai otoritas sah dalam mengoreksi ajaran menyimpang. Penelitian ini menunjukkan bahwa media berperan penting dalam membentuk persepsi publik terhadap isu keagamaan dan mempertegas posisi media sebagai aktor dalam konstruksi sosial keagamaan.