Penelitian ini membandingkan sirkulasi udara antara rumah tradisional yang memiliki banyak bukaan dengan rumah modern yang minim bukaan. Rumah tradisional Batu Bara asli menginterpretasikan rumah tradisional pada umumnya yang kaya akan jenis bukaan, dan rumah tradisional Batu Bara hasil modifikasi mewakili rumah modern yang di desain minim bukaan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan analitik dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui pengukuran bukaan dan kecepatan angin, kemudian dianalisis untuk mengetahui tingkat pertukaran udara dalam ruangan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam sirkulasi udara antara rumah tradisional asli dan rumah yang telah dimodifikasi. Pada kondisi bukaan terbuka penuh, kedua jenis rumah memenuhi standar pertukaran udara yang direkomendasikan oleh ASHRAE 62.1 dan 62.2. Namun, pada kondisi bukaan tertutup penuh, rumah tradisional masih memiliki pertukaran udara meskipun tidak mencapai standar, sementara rumah hasil modifikasi tidak memiliki pertukaran udara sama sekali. Penelitian ini menekankan pentingnya desain bukaan dan ventilasi dalam menciptakan kualitas udara yang sehat di dalam rumah.
Copyrights © 2025