Penelitian ini mengkaji strategi tindak tutur yang digunakan pedagang di objek wisata Bukittinggi dalam interaksi jual beli dengan wisatawan. Pendekatan yang digunakan adalah pragmatik kontekstual dengan mengacu pada teori tindak tutur Searle dan prinsip kesantunan Brown & Levinson. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap pedagang di Pasar Atas dan kawasan Jam Gadang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang menggunakan tindak tutur direktif, asertif, ekspresif, dan komisif untuk membangun kedekatan, membujuk, dan menjaga keharmonisan komunikasi. Studi ini menyoroti pentingnya pemahaman pragmatik dalam konteks budaya lokal dan interaksi ekonomi di ruang publik.
Copyrights © 2025