Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah yang teridentifikasi, yaitu kurangnya partisipasi aktif siswa. Sebelum penerapan model pembelajaran berbasis project, siswa cenderung kurang aktif, kesulitan dalam mempraktekkan gerak tari, merasa bosan dan jenuh selama pembelajaran, serta kurangnya interaksi di kelas baik antara guru dan siswa maupun antar siswa sendiri. Selain itu, terdapat kebutuhan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pembelajaran, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Adapun metodologi penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning melibatkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam 15 pertemuan, dengan hasil yang menunjukkan peningkatan keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Penggunaan media audiovisual dan teknologi mendukung efektivitas pembelajaran. Faktor pendukung lainnya termasuk peran aktif guru, partisipasi siswa, dan sarana prasarana sekolah. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat seperti waktu pembelajaran yang terbatas dan ketersediaan kostum atau busana. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning dapat mengembangkan keterampilan gerak tari, meningkatkan motivasi belajar siswa, dan memberikan solusi terhadap pembelajaran yang kurang menarik sebelumnya.
Copyrights © 2025