Permasalahan sampah di Indonesia masih menjadi tantangan yang signifikan, dipicu oleh lemahnya manajemen sampah dan tingginya konsumsi makanan ringan sehingga menimbulkan sampah kemasan. Kebiasaan masyarakat yang mencampurkan semua jenis sampah termasuk kemasan tanpa memilah menghambat proses daur ulang, sehingga volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan solusi pengelolaan sampah dengan penggunaan kembali (reuse) kemasan dengan pendekatan design thinking. Proses penelitian dimulai dengan analisis tren kemasan dan survey kebutuhan pengguna untuk menghasilkan konsep desain visual yang menggabungkan estetika minimalis dan identitas merek Risiris. Prototipe kemasan diuji untuk memastikan ketahanan dan fungsionalitasnya, dengan hasil evaluasi menunjukkan penerimaan positif dari konsumen terkait kemudahan penggunaan. Meskipun terdapat masukan dari hasil testing pengguna mengenai kemasan Risiris, peneliti berhasil mengevaluasi kemasan Risiris menjadi user-friendly bagi pengguna. Dari hasil evaluasi desain struktur kemasan ini dilengkapi fitur perforasi yang lebih mudah untuk di robek serta memungkinkan penggunaan ulang sebagai wadah. Penelitian ini berhasil menciptakan desain kemasan yang estetis dan ramah lingkungan, dengan penggunaan material yang dapat di daur ulang serta fitur perforasi yang dapat di reusable dalam mengurangi limbah kemasan.
Copyrights © 2025