Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kontrol emosi mahasiswa akhir FDK cenderung kurang baik, dan hal yang menjadi faktor salah satu indikasinya adalah kurangnya komunikasi interpersonal orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh orang tua berpengaruh terhadap kesehatan mental mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasi, adapun populasi penelitian sebanyak 432 dengan sampel 209 responden yang dipilih dengan teknik purposm sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala model likert, melalui kuesioner itu maka dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk melihat keabsahan intrumen tersebut, lalu analisis data dilakukan dengan uji normalitas kemudian uji korelasi pearson, regresi linear sederhana, dan uji koefisien determinasi untuk mengukur hubungan dan pengaruh antar variabel. Pengolahan data melalui program SPSS 25. Hasil menunjukkan adanya pengaruh yang sangat kuat dan positif antara kedua variabel dengan nilai koefisien korelasi,941, dan menunjukkan bahwa 2 88,5kesehatan mental mahasiswa akhir dipengaruhi oleh komunikasi interpersonal orang tua. Sisanya, yaitu 11,5dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi yang baik dan terbuka antara orang tua dan anak dapat memberikan kontribusi positif terhadap kestabilan psikologis mahasiswa terutama di masamasa yang penuh tekanan menjelang kelulusan.
Copyrights © 2025