Augmented Reality (AR) memiliki potensi besar dalam meningkatkan pengalaman pengguna e-commerce furnitur, khususnya dalam membantu membayangkan penempatan furnitur di ruang nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pengalaman pengguna serta persepsi realisme terhadap fitur markerless AR pada dua aplikasi e-commerce, yaitu Houzz dan Bob’s Furniture. Metode yang digunakan mencakup pendekatan kuantitatif melalui kuesioner UEQ dan Perceived Realism, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan analisis tematik. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan perbedaan signifikan pada empat aspek UEQ (attractiveness, efficiency, dependability, stimulation) dan tiga aspek Perceived Realism (realisme visual, integrasi furnitur, pengalaman menata), dengan seluruh nilai Z negatif yang mengindikasikan Houzz unggul secara konsisten. Perbedaan terbesar pada aspek dependability (0,86) dan integrasi furnitur dengan lingkungan nyata (0,51) menunjukkan keunggulan Houzz dalam memberikan pengalaman AR yang stabil dan immersive. Analisis tematik juga mengungkap bahwa kualitas objek, interaksi AR, dan kemudahan penggunaan menjadi fitur paling berpengaruh dalam membangun pengalaman pengguna. Penelitian ini menegaskan pentingnya desain AR yang immersive, responsif, dan mudah digunakan dalam meningkatkan pengalaman dan persepsi realisme pengguna e-commerce furnitur.
Copyrights © 2025