Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan membandingkan tingkat kebugaran jasmani siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket di SMAN 1 Bintan Utara dan SMAN 1 Tanjung Pinang. Kebugaran jasmani berperan penting dalam menunjang performa teknik bermain bola basket. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimen dengan desain komparatif. Sampel terdiri dari siswa yang aktif mengikuti ekstrakurikuler bola basket di kedua sekolah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes PACER untuk mengukur daya tahan kardiovaskular, kemudian dianalisis menggunakan Independent Sample T-test melalui SPSS versi 25. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata kebugaran siswa di SMAN 1 Bintan Utara adalah 52,33 dan SMAN 1 Tanjung Pinang sebesar 51,2, dengan signifikansi 0,854 (p > 0,05). Hal ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya. Kesamaan ini diduga dipengaruhi oleh frekuensi dan durasi latihan yang serupa, jenis fasilitas, serta kondisi geografis dan budaya yang relatif sama.
Copyrights © 2025