Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi aktor monolog dalam memerankan tokoh Arrayan pada naskah Jangan Terlalu Dalam karya Iswadi Pratama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi, dengan sumber utama berupa video pertunjukan dan narasumber yang terlibat dalam proses pementasan. Analisis data dilakukan dengan merujuk pada model Miles dan Huberman melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktor memiliki kompetensi yang mencakup lima aspek utama berdasarkan pendekatan Stanislavski, yaitu: (1) pemahaman karakter tokoh dalam naskah, (2) penguasaan emosi dan ekspresi, (3) penguasaan teknik vokal dan diksi, (4) pengendalian gestur dan bahasa tubuh, dan (5) pengelolaan fokus dan konsentrasi selama pementasan. Setiap aspek ini terlihat dalam kemampuan aktor menghidupkan tokoh Arrayan secara utuh, menyampaikan konflik batin, serta menjalin hubungan emosional yang kuat dengan penonton. Penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi aktor yang mendalam dan terintegrasi sangat menentukan keberhasilan pementasan monolog.
Copyrights © 2025