Kualitas warna menjadi salah satu indikator utama dalam industri tekstil, terutama pada produk kain yang ditujukan untuk pasar ekspor dengan spesifikasi ketat seperti kain zibda. Dalam rangka memastikan konsistensi warna yang sesuai standar pelanggan, diperlukan pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi hasil pewarnaan. Pengujian dilakukan dalam skala laboratorium sebelum diterapkan dalam proses produksi massal guna mengetahui sejauh mana ketiga faktor jenis dan konsentrasi zat pewarna, temperatur proses pencelupan, serta kejernihan air berperan dalam menentukan kekuatan warna kain zibda di PT. XYZ.Untuk mendukung tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan rancangan faktorial 2³, di mana setiap variabel dikontrol secara sistematis. Sampel kain zibda diberi perlakuan berdasarkan kombinasi parameter yang telah ditentukan. Nilai kekuatan warna diukur menggunakan Computer Color Matching (CCM) untuk memperoleh data kuantitatif berupa nilai absorbansi dan intensitas warna, dengan standar dari pelanggan sebagai acuan penilaian.Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menentukan parameter optimal dari ketiga variabel yang diteliti, guna memperoleh warna yang konsisten dan sesuai spesifikasi. Selain itu, temuan ini juga diharapkan memberikan rekomendasi teknis bagi PT. XYZ dalam meningkatkan efisiensi proses pencelupan serta meminimalkan potensi cacat warna akibat variasi kualitas bahan baku dan kondisi lingkungan.Kata Kunci: Kekuatan Warna, Kain Zibda, Proses Dyeing, CCM, Determinasi Parameter
Copyrights © 2025