Jurnal Riset Ilmu Hukum
Volume 5, No 1, July 2025, Jurnal RIset Ilmu Hukum (JRIH)

Perceraian Tanpa Melalui Putusan Pengadilan Agama Ditinjau dari Undang-Undang Perkawinan

Fatimah Azzahra (Unknown)
Deddy Effendy (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2025

Abstract

Abstract. Abstract. Divorce is one of the things that often happens in society. The problems are of course various. Things that need to be paid attention to: divorce must be carried out before a court as stipulated in Article 39 of the Marriage Law. In fact, there are still many divorces carried out outside the court, such as in Sawah Gede District, Cianjur Regency. This research aims to find out the reasons why husbands and wives in Sawah Gede District, Cianjur Regency divorce without going through a Religious Court decision and the legal consequences of divorce without going through a Religious Court decision in terms of Law Number 16 of 2019 concerning Amendments to Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. This research approach method is normative juridical with the research specifications being descriptive analysis. Data collection was carried out by interviews and literature studies which were then analyzed qualitatively. The primary data is in the form of interviews and secondary data includes primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. Abstrak. Perceraian menjadi salah satu hal yang seringkali terjadi di masyarakat. Adapun permasalahannya yang ada bermacam-macam. Hal yang perlu diperhatikan perceraian harus dilakukan dihadapan Pengadilan sebagaimana ketentuan Pasal 39 Undang-Undang Perkawinan. Faktanya masih banyak ditemukan perceraian yang dilakukan di luar Pengadilan sebagaimana terdapat di Kecamatan Sawah Gede Kabupaten Cianjur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan suami isteri di Kecamatan Sawah Gede Kabupaten Cianjur melakukan perceraian tanpa melalui putusan Pengadilan Agama dan akibat hukum perceraian tanpa melalui putusan Pengadilan Agama ditinjau dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Metode pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian ini deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi pustaka yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Adapun data primer berupa hasil wawancara dan data sekunder meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian ini perceraian di Desa Sawah Gede Kecamatan Sawah Gede Kabupaten Cianjur sering kali terjadi di luar putusan Pengadilan Agama dengan beberapa alasan utama diantaranya faktor ekonomi, proses perceraian yang dianggap lama dan rumit, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap hukum, dan pelaksanaan hukum agama dianggap lebih penting daripada hukum yang berlaku secara nasional.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JRIH

Publisher

Subject

Humanities Education Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal Riset Ilmu Hukum (JRIH) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan kajian hasil riset dan teoritik terhadap isu empirik dalam sub kajian ilmu hukum pidana dan perdata. JRIH ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6055 yang diterbitkan ...