Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mendeskripsikan status gizi anak usia dini di salah satu Taman Kanak-Kanak di Kabupaten Tasikmalaya menggunakan metode antropometri. Melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan terhadap 13 siswa berusia 5-6 tahun, serta menggunakan aplikasi WHO Anthro Plus, hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa (11 dari 13) memiliki status gizi baik, sementara dua siswa mengalami gizi lebih. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan rutin terhadap status gizi anak untuk mendeteksi dan menangani masalah gizi sedini mungkin. Penelitian ini juga menyoroti peran penting pendidik dan orangtua dalam memahami dan menangani permasalahan gizi anak guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal mereka. Metode antropometri yang digunakan terbukti sederhana, efektif, dan dapat diakses oleh berbagai pihak tanpa memerlukan keahlian khusus.
Copyrights © 2025