Penyediaan energi listrik di daerah terpencil menjadi tantangan besar bagi PT PLN, karena beberapa wilayah sulit dijangkau sehingga menyulitkan perusahaan untuk berperan sebagai penyedia listrik utama. Salah satu wilayah tersebut adalah Desa Segamit yang terletak di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Saat ini, desa tersebut mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 5 kW sebagai sumber utama listrik. Daya keluaran dari PLTMH ini bergantung pada aliran air dari Danau Deduhuk. Karena memanfaatkan energi terbarukan, kinerja PLTMH ini sangat dipengaruhi oleh perubahan musim. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pembangkit listrik hibrida dengan mengintegrasikan PLTMH yang sudah ada dengan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menggunakan perangkat lunak HOMER, guna menjamin pasokan daya yang stabil dan andal bagi beban listrik di desa tersebut. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem hibrida PLTMH–PLTS ini mampu menghasilkan total energi sebesar 68.883 kWh per tahun, dengan biaya energi (COE) sebesar Rp2.300 dan biaya kini bersih (NPC) sebesar Rp334.800.000. Dari hasil riset di dapatkan bahwa PV monocrystalline lebih efisien daripada PV polycrystalline dalam hal efisiensi penggunaan PV, dan baterai lithium-ion lebih efisien daripada baterai lead acid dalam hal jenis baterai.
Copyrights © 2025