Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia dan semakin banyak menyerang kelompok remaja, yang termasuk kelompok rentan dengan tingkat literasi kesehatan yang rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tentang TB melalui edukasi interaktif berbasis sekolah. Intervensi dilaksanakan pada bulan Februari 2025 kepada 144 siswa kelas X dari empat jurusan di SMK Pawiyatan Surabaya dalam bentuk ceramah interaktif berbasis audio-visual. Desain evaluasi menggunakan one-group pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 68,70 (pre-test) menjadi 85,42 (post-test), atau meningkat sebesar 25.15%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi TB yang terstruktur dan ramah remaja efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan dapat menjadi strategi preventif dalam promosi kesehatan remaja.
Copyrights © 2025