Remaja merupakan masa transisi di mana individu mengalami perubahan masa kanak-kanak menuju dewasa. Terdapat berbagai penyebab yang berkontribusi terhadap perilaku problematik remaja, mulai dari faktor biologis, psikologis, keluarga, sosial maupun lingkungan. Perilaku problematik ditandai dengan munculnya perilaku maladaptif yang tidak suai dengan norma dalam masyarakat. Keanekaragaman budaya di tengah masyarakat saat ini dimungkinkan dapat menjadi salah satu strategi intervensi dalam upaya menangani perilaku problematik remaja. Hal ini dipengaruhi konselor yang terikat dengan atribut yang dibawanya. Pendekatan ini merupakan kerangka kerja yang digunakan konselor dalam memahami dan merespon keragaman budaya dalam konseling. Penelitian ini mengkaji berbagai literatur secara sistematis selama 10 tahun terakhir mulai tahun 2014-2024 dengan kriteria inklusi subjek penelitian adalah remaja, perilaku maladaptif remaja, strategi intervensi guru BK, pendekatan multibudaya, sedangkan kriteria eksklusi adalah subjek penelitian anak-anak dan mahasiswa, kekerasan, metode penelitian pengembangan, kajian literatur. Penelitian ini bertujuan memberikan pengetahuan mengenai perilaku problematik remaja, penanganan yang telah dilakukan guru BK dan solusi dari pendekatan multibudaya. Kesimpulannya adalah perilaku problematik remaja muncul karena berbagai faktor internal maupun eksternal, kemudian penanganan yang banyak dilakukan guru BK adalah melalui konseling behavior dan pendekatan multibudaya dimungkinkan untuk dapat diterapkan pada proses intervensi, karena budaya juga memengaruhi cara hidup mereka.
Copyrights © 2025