Penelitian ini mengeksplorasi sinergi kepemimpinan kepala sekolah berbasis filosofi Tri Hita Karana (THK) dan implementasi pendekatan Merdeka Belajar dengan Value Clarification Technique (VCT) dalam mewujudkan sekolah berkarakter dan berwawasan lingkungan. Pendekatan kualitatif studi kasus diterapkan di SD dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terhadap kepala sekolah, guru, serta siswa. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang konsisten menerapkan Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan menjadi katalis utama dalam menciptakan ekosistem sekolah yang harmonis dan mendukung inovasi. Integrasi Merdeka Belajar dan VCT dalam pembelajaran PKn berhasil mentransformasi proses belajar dari konvensional menjadi lebih aktif, relevan, dan bermakna. Siswa menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pembentukan karakter holistic sesuai Profil Pelajar Pancasila: tanggung jawab, kepedulian, empati, kemandirian, dan semangat gotong royong, yang secara nyata. Implementasi prinsip THK dalam kepemimpinan kepala sekolah terbukti menunjukkan adanya signifikansi peningkatan dalam mentransformasi lingkungan fisik sekolah menjadi lebih hijau dan bersih, sekaligus menguatkan budaya peduli lingkungan di seluruh warga sekolah.
Copyrights © 2025