Daerah Aliran Sungai (DAS) Bringin di wilayah Sistem Sungai Semarang Barat mengalami penurunan fungsi akibat perubahan penggunaan lahan, yang memicu terjadinya limpasan permukaan, dan laju erosi serta sedimen. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, sehingga diperlukan upaya pengelolaan dan konservasi. Penelitian ini menggunakan metode Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) dengan pemodelan ArcSWAT untuk menganalisis tingkat erosi dan penyebaran sedimen di DAS Bringin. Hasil simulasi tahun 2023 menunjukkan rata-rata laju erosi sebesar 36.540 ton/ha/tahun dan sedimen sebesar 6.808 ton/ha/tahun. Berdasarkan Indeks Bahaya Erosi (IBE) diperoleh dua kriteria IBE yaitu wilayah DAS dengan peringkat sedang sebesar 21.082 ha (72,67%) dan tinggi sebesar 7.927 ha (27,32%). Dari hasil simulasi tersebut, direncanakan pembangunan Check Dam di sub-DAS 21, 22, 23, 24, dan 25 yang memiliki tingkat indeks bahaya erosi tinggi. Anggaran pembangunan Check Dam area 1 sebesar Rp1.419.747,00 dan area 2 sebesar Rp519.732.000, dengan efektivitas penurunan sedimen masing-masing sebesar 136,25% dan 120,21%. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi dasar perencanaan konservasi dan pengendalian sedimen di DAS Bringin.
Copyrights © 2025