Erosi dan sedimentasi merupakan isu lingkungan utama yang memengaruhi Daerah Aliran Sungai (DAS) Mangkang di Kota Semarang, terutama akibat perubahan tata guna lahan yang berdampak pada meningkatnya laju erosi dan sedimentasi di wilayah tersebut. Peneilitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai laju erosi dan laju sedimen, yang dijadikan landasan dalam perencanaan bangunan pengendali sedimen pada DAS Mangkang. Metode Universal Soil Loss Equation (USLE) yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) digunakan untuk menganalisis laju erosi dan sedimen menggunakan, serta memberikan rekomendasi perencanaan bangunan pengendali sedimen dalam studi ini. Hasil analisis menunjukkan laju erosi di DAS Mangkang mencapai 80.010,52 ton/ha/tahun, sedangkan laju sedimen berdasarkan nilai Sediment Delivery Ratio (SDR) sebesar 2.648,195 ton/tahun. Temuan ini menunjukkan adanya potensi degradasi lahan dan peningkatan risiko pendangkalan sungai yang dapat memengaruhi keberlanjutan fungsi hidrologis DAS. Berdasarkan estimasi laju sedimen, direkomendasikan pembangunan bangunan pengendali sedimen dengan volume tampungan sebesar 5.390,70 m³ dan 4.580,67 m³ untuk menahan sedimen sebelum mencapai hilir. Upaya pengendalian ini diharapkan dapat mengurangi risiko pendangkalan sungai dan memperpanjang umur infrastruktur air, serta perlu didukung oleh penerapan teknik konservasi lahan dan kerjasama lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan DAS Mangkang.
Copyrights © 2025