Pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi karakter dan kecerdasan anak sejak usia dini namun kurikulum yang diterapkan di wilayah perbatasan sering kali belum sepenuhnya mempertimbang-kan konteks sosial dan budaya lokal yang hidup di tengah masyarakat. Kesenjangan ini berimplikasi pada kurangnya relevansi materi pembelajaran terhadap lingkungan nyata anak, khususnya di kecamatan sambas sebagai wilayah perbatasan yang kaya akan nilai budaya lokal. Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, tim berupaya mengembangkan kurikulum PAUD yang kontekstual dan terintegrasi dengan budaya lokal sebagai bentuk inovasi pendidikan yang responsif terhadap karakteristik daerah. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif dengan melibatkan guru, tokoh adat, orangtua dan pemerintah setempat dalam setiap tahap pengembangan mulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan materi hingga uji coba pembelajaran. Hasil yang diharapkan adalah tersusunnya kurikulum PAUD berbasis budaya lokal yang aplikatif dan meningkatkan keterlibatan anak dalam proses belajar. Kehiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat identitas budaya serta memperluas pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pendidikan berbasis nilai-nilai lokal di usia dini.
Copyrights © 2025