Pola hubungan keluarga merujuk pada cara anggota keluarga saling berinteraksi, berkomunikasi, dan membentuk hubungan interpersonal di dalam keluarga. Ini melibatkan dinamika emosional, komunikasi, serta pembagian peran dan tanggung jawab antaranggota keluarga. Faktor-faktor seperti kurangnya komunikasi efektif, peran gender yang kaku, dan konflik internal dapat menyebabkan problematika dalam pola hubungan keluarga. Dampaknya mencakup ketidakharmonisan, kesejahteraan psikologis yang terganggu, dan potensi dampak negatif terhadap perkembangan anak-anak. Alternatif penyelesaian yang mungkin dapat digunakan seperti, mengedepankan komunikasi terbuka, jujur, dan empatik antaranggota keluarga untuk membangun pemahaman yang lebih baik, menerapkan strategi penyelesaian konflik yang konstruktif, seperti pendekatan mediasi dan kompromi, untuk mengurangi ketegangan dalam keluarga, serta mempromosikan pemahaman yang lebih inklusif terkait peran gender, memberikan kebebasan dalam pilihan peran, dan mengurangi ekspektasi yang kaku.
Copyrights © 2025