Penelitian ini menganalisis pengaruh digitalisasi dan kunjungan wisatawan asing terhadap output sektor pariwisata di Indonesia. Studi ini menggunakan data panel dari 33 provinsi selama periode tertentu dan dianalisis menggunakan metode Generalized Least Square (GLS) untuk menangkap dinamika antarwilayah. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel digitalisasi yang diproksikan melalui jumlah Base Transceiver Station (BTS), jumlah atraksi wisata, jumlah hotel, dan kunjungan wisatawan asing secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan output pariwisata yang diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pariwisata. Di sisi lain, pengeluaran pemerintah tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan utama menunjukkan bahwa digitalisasi merupakan faktor paling dominan dalam mendorong output sektor ini, mengindikasikan pentingnya pembangunan infrastruktur digital di destinasi wisata. Kontribusi teoretis dari penelitian ini terletak pada pemanfaatan infrastruktur digital sebagai proksi dalam model ekonomi pariwisata, yang relatif jarang digunakan dalam konteks Indonesia. Secara praktis, hasil ini memberikan masukan penting bagi pemerintah dalam merancang strategi pembangunan pariwisata berbasis transformasi digital untuk mengurangi ketimpangan akses dan meningkatkan daya saing pariwisata daerah
Copyrights © 2025