Abstract Pengelolaan kelas inklusif menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam menyukseskan implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi guru MI dalam mengelola kelas yang terdiri atas siswa berkebutuhan khusus dan siswa reguler secara bersamaan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi di tiga MI inklusif di Kabupaten Tulungagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru MI menggunakan strategi diferensiasi pembelajaran, pendekatan individual, penggunaan media multisensori, serta kolaborasi dengan orang tua dan tenaga pendamping. Strategi tersebut mampu menciptakan suasana belajar yang adaptif, inklusif, dan menghargai keberagaman peserta didik. Studi ini merekomendasikan pelatihan intensif dan penyusunan pedoman teknis pengelolaan kelas inklusif bagi guru MI dalam bingkai Kurikulum Merdeka. Kata kunci: strategi guru, madrasah ibtidaiyah, kelas inklusif, kurikulum merdeka, pembelajaran adaptif
Copyrights © 2025