Penuaan adalah proses yang terus berjalan, dan penurunan fungsi paru sering tidak terdeteksi secara dini, apalagi lanjut usia yang tinggal di panti wredha. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining fungsi paru menggunakan spirometri portabel Minato pada lansia penghuni Panti Wredha Hana, guna mendeteksi gangguan ventilasi dan menyediakan data awal untuk intervensi kesehatan lanjut. Sebanyak 36 lansia berusia ?50 tahun diikutsertakan secara sukarela. Pemeriksaan fungsi paru mencakup pengukuran nilai Vital Capacity (VC), Forced Vital Capacity (FVC), Forced Expiratory Volume in one second (FEV1), dan rasio FEV1/FVC. Data dianalisis berdasarkan kriteria prediksi nilai normal sesuai usia dan jenis kelamin. Hasil menunjukkan 75% responden memiliki VC ?80%, 86,1% memiliki FVC ?80%, dan 69,4% memiliki FEV1 ?80%. Seluruh responden (100%) memiliki rasio FEV1/FVC ?70%, yang mengindikasikan tidak adanya pola obstruksi seperti pada PPOK. Namun, ditemukan 25% lansia dengan VC menurun dan 30,6% dengan FEV1 <80%. Skrining ini menunjukan bahwa fungsi paru sebagian besar lansia masih tergolong baik, namun terdapat kelompok dengan penurunan fungsi yang perlu mendapat perhatian. Temuan ini penting untuk perencanaan intervensi preventif seperti senam pernapasan dan monitoring kesehatan paru secara berkala. Skrining fungsi paru menggunakan spirometri Minato layak diterapkan sebagai program rutin di panti werdha guna mendukung deteksi dini dan peningkatan kualitas hidup lansia.
Copyrights © 2025