Dalam Al-Qur’an, hujan tidak hanya dipahami sebagai fenomena alam, tetapi juga sebagai manifestasi kekuasaan dan rahmat Allah SWT. Penelitian ini mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an seperti Q.S. Ar-Rūm [30]: 48, Q.S. An-Nahl (16) 10–11 dan Q.S. Al-Baqarah (02) : 22 & 19 yang menggambarkan proses turunnya hujan. Dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhū‘i), penelitian ini menganalisis makna ayat-ayat tersebut secara menyeluruh dan terpadu, kemudian dikaji melalui pandangan mufassir klasik seperti Al-Jalalain, Al-Māwardī, dan Ibnu Kathīr. Selain itu, dilakukan komparasi dengan penjelasan ilmu meteorologi modern yang menggambarkan proses evaporasi, kondensasi, pembentukan awan, hingga presipitasi. Hasil kajian menunjukkan adanya harmoni antara penjelasan wahyu dan ilmu pengetahuan kontemporer, serta menegaskan bahwa Al-Qur’an telah memberi isyarat ilmiah sejak jauh sebelum ditemukannya teori-teori ilmiah tersebut. Lebih dari itu, hujan dipahami tidak hanya sebagai kebutuhan fisik, tetapi juga membawa pesan spiritual tentang keberkahan, kehidupan, dan keseimbangan alam. Kesimpulan dari kajian ini memperkuat posisi Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk yang juga memuat nilai-nilai ilmiah, yang dapat menjadi landasan pengembangan ilmu pengetahuan yang berakar pada tauhid.
Copyrights © 2025