Keberagaman budaya, bahasa, dan nilai-nilai peserta didik di sekolah menengah atas menimbulkan tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penerapan model manajemen kurikulum adaptif menjadi sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan manajemen kurikulum adaptif dalam menghadapi konteks multikultural di sekolah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta observasi terhadap kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum adaptif mampu menyesuaikan isi dan strategi pembelajaran dengan kebutuhan, kemampuan, dan gaya belajar siswa yang beragam. Selain itu, pendekatan ini berkontribusi dalam membentuk iklim sekolah yang positif, demokratis, dan toleran. Keberhasilan implementasi kurikulum adaptif juga sangat ditentukan oleh kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat dalam merancang dan melaksanakan kurikulum. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah yang menerapkan manajemen kurikulum adaptif berpotensi menjadi agen perubahan sosial, membentuk karakter siswa yang inklusif, empatik, dan siap menghadapi tantangan masyarakat global yang multikultural
Copyrights © 2025