Penelitian ini bertujuan mengembangkan model bisnis Dapur Kopi menggunakan Business Model Canvas (BMC) yangdidukung oleh analisis SWOT, PESTEL, dan Five Forces Porter. Persaingan ketat di industri kopi di Kota Tasikmalayamendorong Dapur Kopi untuk berinovasi dan meningkatkan daya saing. Metode penelitian melibatkan analisis elemenelemenBMC, faktor eksternal seperti politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum (PESTEL), serta dayasaing menggunakan model Five Forces Porter. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan Dapur Kopi terletak pada kualitasproduk dan pelanggan setia, sementara kelemahan utamanya adalah kurangnya inovasi teknologi dan lokasi yang kurangstrategis.Peluang yang dapat dimanfaatkan meliputi pertumbuhan tren konsumsi kopi dan penggunaan teknologi digitaluntuk pemasaran. Ancaman utama berasal dari persaingan yang ketat, perubahan preferensi konsumen, dan potensikenaikan biaya operasional. Strategi yang diusulkan mencakup peningkatan promosi digital, diversifikasi menu, danpenguatan kemitraan dengan komunitas lokal. Implementasi strategi ini diharapkan memperkuat posisi pasar,meningkatkan loyalitas pelanggan, dan memastikan keberlanjutan bisnis Dapur Kopi dalam jangka panjang. Penelitianini memberikan panduan bagi Dapur Kopi untuk mengoptimalkan model bisnisnya di tengah dinamika pasar yangkompetitif. Kata kunci-business model canvas (BMC), analisis SWOT, PESTEL, Five Forces Porter, strategi bisnis
Copyrights © 2024